PLTS untuk Restoran: Manfaat, Jenis Sistem, dan Tahapan Pemasangannya

Restoran merupakan salah satu jenis usaha kuliner yang membutuhkan pasokan listrik untuk menunjang kegiatan operasional sehari-hari. Kebutuhan listrik tersebut berasal dari berbagai fasilitas, mulai dari sistem pendingin ruangan (AC), pencahayaan, peralatan dapur, lemari pendingin, freezer, hingga perangkat kasir dan sistem pemesanan digital.

Besarnya konsumsi listrik restoran dipengaruhi oleh skala usaha, jenis menu, kapasitas dapur, jumlah pengunjung, serta jam operasional. Restoran dengan dapur komersial dan fasilitas penyimpanan bahan makanan dalam jumlah besar umumnya memiliki kebutuhan energi yang lebih tinggi.

Ketersediaan listrik menjadi aspek penting karena gangguan pasokan dapat menghambat proses memasak, mengganggu penyimpanan bahan makanan, hingga menghambat pelayanan kepada pelanggan. Padahal, hal ini sangat berpengaruh terhadap reputasi restoran.

Di sisi lain, biaya listrik menjadi salah satu komponen pengeluaran operasional yang perlu dikelola dengan baik. Salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari jaringan utama adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dengan memanfaatkan energi matahari, restoran dapat menghasilkan listrik sendiri untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional. Penerapannya dapat disesuaikan dengan kapasitas bangunan, pola konsumsi listrik, serta karakteristik aktivitas restoran.

Pada ulasan ini, akan dijelaskan mengenai penerapan PLTS di restoran, manfaatnya, jenis sistem yang dapat digunakan, hingga tahapan pemasangannya. Berikut penjelasannya!

Apa Itu PLTS untuk Restoran?

PLTS untuk restoran adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari melalui panel surya atau solar panel untuk menghasilkan energi listrik bagi kebutuhan operasional usaha kuliner. Misalnya untuk operasional dapur, front office, gudang, dsb.

Panel surya dapat dipasang di berbagai lokasi, seperti atap bangunan restoran, kanopi area parkir, maupun lahan khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan.

Listrik yang dihasilkan PLTS dapat digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional restoran, seperti:

  1. Sistem pendingin ruangan (AC).
  2. Penerangan area makan dan dapur.
  3. Peralatan dapur elektrik.
  4. Lemari pendingin dan freezer untuk menyimpan bahan makanan.
  5. Mesin pembuat kopi dan peralatan minuman.
  6. Mesin kasir dan perangkat Point of Sale (POS).
  7. Perangkat komputer dan sistem pemesanan digital.
  8. Sistem ventilasi dan exhaust dapur.

Kapasitas dan konfigurasi PLTS perlu disesuaikan dengan kebutuhan listrik masing-masing restoran. Restoran kecil dengan beberapa peralatan dapur tentu memiliki karakteristik konsumsi energi yang berbeda dibandingkan restoran besar dengan dapur komersial, ruang makan luas, dan fasilitas pendingin dalam jumlah banyak.

PLTS dapat menjadi sumber energi pendukung untuk membantu mengurangi konsumsi listrik dari PLN. Namun, sistem ini tidak otomatis menyediakan listrik cadangan ketika terjadi pemadaman. Kemampuan tersebut membutuhkan konfigurasi khusus, seperti inverter yang mendukung operasi cadangan dan baterai.

Mengapa Restoran Cocok Menggunakan PLTS?

Instalasi PLTS memberikan sejumlah manfaat bagi restoran, baik dari sisi efisiensi biaya, ketahanan energi, maupun pengelolaan lingkungan. Berikut beberapa alasan mengapa teknologi ini layak dipertimbangkan.

1. Mengurangi Biaya Operasional

Restoran membutuhkan listrik untuk menjalankan berbagai fasilitas, mulai dari peralatan dapur hingga sistem pendingin ruangan.

Penggunaan AC, lemari pendingin, freezer, mesin kopi, pencahayaan (lampu), dan peralatan memasak elektrik membuat listrik menjadi salah satu komponen biaya operasional rutin.

Dengan memasang PLTS, restoran dapat memanfaatkan listrik yang dihasilkan panel surya pada siang hari untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi bangunan.

Hal ini dapat membantu mengurangi pembelian listrik dari PLN, terutama bagi restoran yang memiliki aktivitas operasional sejak pagi hingga sore hari.

Semakin sesuai profil produksi PLTS dengan pola konsumsi listrik restoran, semakin besar peluang pemanfaatan listrik surya secara langsung.

Besarnya penghematan bergantung pada kapasitas PLTS, pola konsumsi listrik, tarif listrik, biaya investasi, serta ketentuan ekspor-impor listrik yang berlaku.

2. Mengurangi Emisi Karbon

Operasional restoran membutuhkan energi dalam jumlah tertentu untuk menjalankan dapur, sistem pendingin, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Penggunaan listrik yang bersumber dari pembangkit berbahan bakar fosil turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. PLTS menghasilkan listrik tanpa pembakaran bahan bakar selama operasionalnya. Dengan demikian, pemanfaatan energi surya dapat membantu mengurangi emisi tidak langsung yang berkaitan dengan konsumsi listrik restoran.

Penerapan PLTS juga dapat menjadi bagian dari upaya bisnis kuliner dalam menerapkan konsep sustainable restaurant atau restoran berkelanjutan.

3. Mendukung Ketahanan Energi Restoran

Ketersediaan listrik sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional restoran.

Gangguan listrik dapat menghentikan penggunaan peralatan dapur, mengganggu sistem kasir, dan memengaruhi kinerja lemari pendingin maupun freezer yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan.

PLTS dapat mendukung ketahanan energi dengan menyediakan sumber listrik tambahan untuk mengurangi penggunaan listrik dari jaringan utama pada waktu tertentu.

Jika dilengkapi baterai dan sistem pengelolaan energi yang sesuai, PLTS juga dapat dirancang untuk memasok beban tertentu ketika terjadi gangguan jaringan PLN.

Sebagai contoh, sistem cadangan dapat dirancang untuk mendukung penerangan darurat, perangkat kasir, atau peralatan pendingin tertentu sesuai kapasitas baterai dan inverter.

Namun, kemampuan tersebut harus dipastikan melalui perencanaan sistem yang tepat. PLTS on-grid standar tidak otomatis tetap beroperasi ketika jaringan PLN mengalami pemadaman.

4. Mendukung Konsep Sustainable Restaurant

Konsep sustainable restaurant atau restoran berkelanjutan semakin relevan dalam industri kuliner. Konsep ini mencakup berbagai upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional restoran.

Penerapannya dapat dilakukan melalui efisiensi penggunaan energi, pengelolaan limbah makanan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Pemasangan PLTS dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung konsep tersebut. Selain memberikan manfaat lingkungan, penggunaan energi surya juga dapat menjadi bagian dari identitas merek restoran yang memperhatikan keberlanjutan.

5. Meningkatkan Citra dan Daya Tarik Restoran

Penerapan teknologi ramah lingkungan dapat menjadi nilai tambah dalam membangun citra restoran di mata pelanggan. Restoran yang menunjukkan komitmen terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan dapat memiliki diferensiasi tersendiri di tengah persaingan bisnis kuliner.

Komitmen ini juga dapat dikomunikasikan melalui materi pemasaran, media sosial, maupun informasi di area restoran. Meski demikian, penggunaan PLTS sebaiknya menjadi bagian dari upaya keberlanjutan yang lebih menyeluruh dan bukan sekadar strategi branding belaka.

Jenis PLTS yang Dapat Digunakan di Restoran

Terdapat tiga jenis sistem PLTS yang dapat dipertimbangkan untuk restoran, yaitu on-grid, off-grid, dan hybrid. Pemilihannya perlu menyesuaikan kebutuhan energi, jam operasional, kondisi jaringan listrik, serta sistem kelistrikan yang sudah tersedia.

1. PLTS On-Grid

PLTS on-grid adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung dengan jaringan listrik utama, seperti jaringan PLN.

Pada siang hari, panel surya menghasilkan listrik yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional restoran. Jika produksi listrik surya tidak mencukupi, kekurangannya dipenuhi dari jaringan PLN.

Sementara itu, jika produksi PLTS melebihi konsumsi listrik sesaat, pemanfaatan kelebihan listrik bergantung pada konfigurasi sistem dan ketentuan yang berlaku.

PLTS on-grid umumnya tidak menyediakan daya cadangan ketika jaringan PLN padam. Inverter standar yang terhubung ke jaringan biasanya akan berhenti beroperasi saat terjadi pemadaman demi keselamatan dan perlindungan jaringan. Sistem ini cocok untuk restoran yang ingin mengurangi konsumsi listrik dari PLN, terutama pada siang hari, tanpa menggunakan baterai sebagai bagian dari instalasi PLTS.

2. PLTS Off-Grid

PLTS off-grid adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang beroperasi tanpa terhubung ke jaringan listrik utama. Energi yang dihasilkan panel surya dapat digunakan secara langsung dan disimpan di dalam baterai untuk digunakan ketika produksi listrik surya tidak mencukupi, misalnya pada malam hari.

Sistem ini dapat dipertimbangkan untuk restoran yang berada di wilayah dengan akses jaringan listrik terbatas atau belum tersedia.

Namun, penerapan sistem off-grid membutuhkan perencanaan kapasitas panel surya, baterai, dan sumber cadangan yang cermat.

Restoran memiliki berbagai peralatan yang membutuhkan energi dalam jumlah besar, seperti AC, freezer, lemari pendingin, dan peralatan dapur. Karena itu, kapasitas sistem harus dihitung berdasarkan total konsumsi energi dan kebutuhan daya puncak.

3. PLTS Hybrid

PLTS hybrid menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya, jaringan PLN, dan baterai dalam satu sistem yang terintegrasi. Pada siang hari, listrik dari panel surya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bangunan. Energi berlebih yang memenuhi kondisi pengisian dapat disimpan dalam baterai, lalu dimanfaatkan ketika produksi surya menurun atau ketika sistem membutuhkan dukungan daya dari baterai.

Sistem hybrid menawarkan fleksibilitas pengelolaan energi karena dapat mengatur penggunaan listrik dari beberapa sumber sesuai konfigurasi dan kebutuhan operasional.

Untuk restoran, sistem ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi penghematan energi sekaligus peningkatan ketahanan pasokan listrik.

Sebagai contoh, baterai dapat dirancang untuk mendukung peralatan kasir, penerangan, sistem administrasi, atau lemari pendingin tertentu ketika terjadi gangguan jaringan PLN.

Meski demikian, kemampuan menyediakan daya ketika PLN padam harus dipastikan melalui desain sistem yang mendukung operasi cadangan, termasuk pemisahan beban, kapasitas inverter, dan perangkat perpindahan sumber listrik yang sesuai.

Tahap Pemasangan PLTS di Restoran

Pemasangan PLTS di restoran memerlukan tahapan perencanaan dan pelaksanaan yang terstruktur. Tujuannya adalah memastikan sistem bekerja secara optimal tanpa mengganggu aktivitas bisnis dan pelayanan pelanggan.

Berikut tahapan umum pemasangan PLTS di restoran.

1. Site Assessment and Energy Audit

Tim teknis melakukan survei lokasi dan evaluasi kebutuhan energi. Proses ini mencakup analisis tagihan listrik, pola konsumsi energi, kondisi atap atau lahan, kapasitas panel listrik, serta potensi produksi energi surya.

Pada tahap ini, kebutuhan listrik setiap fasilitas perlu diidentifikasi, termasuk peralatan dapur, AC, lemari pendingin, freezer, dan perangkat kasir.

2. System Design and Planning

Hasil survei digunakan untuk menentukan kapasitas PLTS, jenis sistem, konfigurasi inverter, kebutuhan baterai jika diperlukan, serta integrasi dengan instalasi listrik yang sudah tersedia.

Pada tahap ini, profil konsumsi energi restoran perlu diperhatikan, termasuk perbedaan kebutuhan listrik pada jam persiapan bahan makanan, jam makan siang, dan jam makan malam.

3. Perizinan

Pengelola proyek meninjau persyaratan perizinan, ketentuan teknis PLTS, persetujuan yang diperlukan, serta koordinasi dengan pengelola jaringan listrik sesuai skema pemasangan.

4. Procurement and Delivery

Panel surya, inverter, sistem mounting, kabel, perangkat proteksi, baterai, dan komponen lain disiapkan sesuai spesifikasi desain.

Pemilihan komponen perlu memperhatikan kualitas, kesesuaian teknis, ketersediaan garansi, dan kemudahan pemeliharaan.

5. Mounting System Installation

Sistem penyangga panel dipasang pada atap atau lahan yang telah ditentukan. Pekerjaan harus memperhatikan kekuatan struktur, ketahanan terhadap cuaca, serta keselamatan bangunan.

6. Instalasi Panel Surya

Panel surya dipasang sesuai tata letak yang dirancang agar memperoleh paparan sinar matahari secara optimal serta memudahkan kegiatan pemeliharaan.

7. Electrical Wiring and Inverter Setup

Panel surya dihubungkan ke inverter dan instalasi listrik melalui perangkat proteksi yang sesuai.

Jika sistem menggunakan baterai, pemasangan juga mencakup sistem penyimpanan energi dan pengelolaan baterai.

8. System Testing and Commissioning

Tim teknis melakukan pengujian untuk memeriksa kinerja panel, inverter, sistem proteksi, kualitas sambungan listrik, serta fungsi integrasi dengan jaringan dan baterai jika tersedia.

Pengujian juga perlu memastikan sistem bekerja sesuai konfigurasi yang direncanakan.

9. Inspeksi Terakhir

Setelah sistem dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian, dilakukan pemeriksaan akhir, dokumentasi, dan serah terima kepada pengelola restoran.

Pada tahap ini, pengelola juga perlu memperoleh informasi mengenai cara pengoperasian sistem, prosedur keselamatan, dan langkah penanganan gangguan.

10. Monitoring and Pemeliharaan PLTS

Pemantauan produksi listrik dan pemeliharaan berkala dilakukan untuk menjaga kinerja sistem.

Pemeriksaan meliputi kebersihan panel surya, kondisi kabel, inverter, baterai, serta perangkat proteksi. Monitoring juga membantu mendeteksi penurunan produksi energi atau gangguan pada instalasi.

Seluruh tahapan perlu dikoordinasikan dengan pengelola restoran. Jika restoran tetap beroperasi selama proses pemasangan, jadwal pekerjaan perlu diatur agar tidak mengganggu aktivitas dapur maupun pelayanan pelanggan.

Contoh Penerapan PLTS di Restoran

PLTS dapat diterapkan di restoran dengan beberapa pendekatan sesuai ketersediaan ruang dan kebutuhan listrik.

1. PLTS Atap Bangunan Restoran

Atap bangunan merupakan salah satu lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk pemasangan panel surya. Area ini dapat digunakan untuk menghasilkan listrik tanpa memerlukan lahan tambahan yang luas.

Sebelum instalasi dilakukan, kondisi struktur atap, potensi bayangan dari bangunan sekitar, akses pemeliharaan, dan kebutuhan perlindungan terhadap kebocoran perlu diperiksa.

Penerapan ini cocok untuk restoran yang memiliki area atap memadai dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

2. PLTS Kanopi Area Parkir

Kanopi parkir yang dilengkapi panel surya dapat berfungsi sebagai pelindung kendaraan sekaligus menghasilkan listrik. Pendekatan ini dapat dipertimbangkan untuk restoran yang memiliki area parkir cukup luas. Listrik yang dihasilkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi bangunan atau mendukung fasilitas pengisian kendaraan listrik jika sistemnya dirancang untuk kebutuhan tersebut.

3. PLTS dengan Sistem Penyimpanan Baterai

Restoran yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi dalam pengelolaan energi dapat mempertimbangkan PLTS yang dilengkapi baterai.

Baterai memungkinkan energi surya yang tersimpan digunakan pada waktu berbeda dari waktu pembangkitannya. Pada sistem yang dirancang untuk operasi cadangan, baterai juga dapat mendukung beban tertentu ketika jaringan utama mengalami gangguan.

Sebagai contoh, energi yang tersimpan dapat dialokasikan untuk menunjang kebutuhan penerangan, perangkat kasir, sistem administrasi, atau lemari pendingin tertentu sesuai kapasitas dan desain sistem.

Namun, kapasitas penyimpanan dan durasi suplai harus dihitung berdasarkan kebutuhan beban, lama cadangan yang ditargetkan, serta kemampuan sistem. Penggunaan baterai tidak otomatis menjamin seluruh fasilitas restoran tetap mendapatkan listrik ketika terjadi pemadaman.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memasang PLTS di Restoran

Sebelum memutuskan pemasangan PLTS, terdapat beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian pengelola restoran.

1. Profil Konsumsi Listrik

Setiap restoran memiliki pola konsumsi listrik yang berbeda.

Restoran dengan dapur komersial, banyak lemari pendingin, dan penggunaan AC dalam jumlah besar tentu memiliki kebutuhan energi yang berbeda dibandingkan kafe kecil atau restoran dengan konsep outdoor.

Karena itu, evaluasi profil konsumsi listrik menjadi dasar untuk menentukan kapasitas PLTS yang sesuai.

2. Jam Operasional Restoran

Jam operasional menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jenis dan kapasitas PLTS.

Restoran yang beroperasi sejak pagi hingga sore memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan listrik surya secara langsung karena waktu pembangkitan energi bertepatan dengan aktivitas operasional.

Sementara itu, restoran yang lebih ramai pada malam hari perlu mempertimbangkan kebutuhan penyimpanan energi atau kombinasi dengan pasokan listrik PLN.

3. Keandalan Sistem Kelistrikan

Gangguan listrik dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas restoran, mulai dari proses memasak hingga penyimpanan bahan makanan.

Lemari pendingin dan freezer perlu mendapatkan perhatian khusus karena gangguan listrik dalam waktu lama dapat memengaruhi kualitas bahan makanan, bahkan kerugian materil karena makanan/minuman berpotensi membusuk/basi.

Integrasi PLTS harus dirancang sesuai kebutuhan beban prioritas dan tidak hanya mengandalkan sistem on-grid standar sebagai sumber listrik cadangan ketika PLN padam.

4. Ketersediaan Area Pemasangan

Luas atap, kondisi struktur bangunan, area parkir, dan potensi bayangan menentukan jumlah panel yang dapat dipasang.

Survei teknis dibutuhkan untuk memastikan area tersebut layak digunakan dan tidak mengganggu fungsi bangunan.

Untuk restoran yang berada di ruko atau pusat perbelanjaan, izin penggunaan atap dan area pemasangan juga perlu diperhatikan.

5. Perhitungan Investasi dan Penghematan

Investasi PLTS perlu dievaluasi berdasarkan biaya pemasangan, estimasi produksi energi, biaya pemeliharaan, umur komponen, serta potensi penghematan tagihan listrik.

Dengan perhitungan yang realistis, pemilik restoran dapat memperkirakan periode pengembalian investasi atau payback period dan menentukan skema pengadaan yang sesuai.

6. Karakteristik Peralatan Dapur

Tidak semua peralatan dapur memiliki kebutuhan daya yang sama. Beberapa peralatan memiliki konsumsi listrik dan daya awal yang relatif tinggi.

Karena itu, perencanaan PLTS perlu memperhitungkan jenis peralatan yang digunakan, total daya terpasang, serta kemungkinan penggunaan beberapa peralatan secara bersamaan.

Evaluasi ini penting untuk menentukan kapasitas inverter dan menghindari ketidaksesuaian antara kemampuan sistem dengan kebutuhan operasional restoran.

Contoh Penerapan PLTS di Industri Restoran/Kuliner

Pemanfaatan energi surya di industri makanan dan minuman dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemasangan panel surya di atap bangunan hingga integrasi dengan sistem penyimpanan energi.

Restoran dengan area bangunan yang luas, konsumsi listrik tinggi, dan aktivitas operasional pada siang hari memiliki peluang untuk memanfaatkan produksi listrik PLTS secara langsung.

Sementara itu, restoran dengan jam operasional hingga malam hari dapat mempertimbangkan sistem hybrid apabila membutuhkan fleksibilitas penggunaan energi.

Penerapan PLTS juga dapat disesuaikan untuk berbagai skala usaha, mulai dari restoran independen, kafe, rumah makan, hingga jaringan restoran dengan beberapa cabang.

Dengan melakukan audit energi dan survei lokasi, pemilik usaha dapat mengetahui potensi pemanfaatan panel surya serta kapasitas sistem yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing lokasi.

Contoh Penerapan PLTS pada Restoran di Indonesia

Contoh PLTS pada restoran di Indonesia sudah diterapkan oleh Kopi Kenangan. (referensi: https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/05/29/usung-konsep-hijau-perusahaan-startup-implementasikan-instalasi-plts-atap)

Konsultasi Pemasangan PLTS untuk Restoran bersama Batari Energy!

Pemasangan PLTS di restoran membutuhkan perencanaan yang matang karena berkaitan dengan efisiensi energi, biaya operasional, dan kelancaran aktivitas bisnis kuliner.

Dengan melakukan survei lokasi dan analisis kebutuhan listrik terlebih dahulu, pemilik restoran dapat menentukan kapasitas serta jenis sistem PLTS yang paling sesuai dengan kondisi bangunan dan pola operasional.

Batari Energy menyediakan layanan konsultasi dan survei untuk membantu perencanaan pemasangan PLTS sesuai kebutuhan proyek. Tahap perencanaan dapat digunakan untuk mengevaluasi potensi pemasangan panel surya, kebutuhan kapasitas sistem, dan peluang penghematan energi.

Batari Energy juga melayani pemasangan PLTS on-grid, off-grid, dan hybrid, termasuk untuk restoran.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pemasangan PLTS bagi restoran, Anda dapat menghubungi tim Batari Energy melalui WhatsApp. Batari Energy melayani pemasangan PLTS untuk berbagai kebutuhan bangunan dan fasilitas, termasuk restoran.

Klik tautan ini untuk berkonsultasi dengan Batari Energy mengenai kebutuhan PLTS restoran Anda!

Bagikan Artikel