Bagaimana Sistem PLTS Off-Grid Beserta Cara Kerjanya?

Bagaimana Sistem PLTS Off-Grid Beserta Cara Kerjanya?

PLTS off-grid merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang dapat beroperasi sendiri tanpa jaringan listrik utama. Sistem ini cocok untuk daerah di Indonesia yang jauh dari pembangkit PLN.

Masalah yang terjadi di daerah pelosok adalah kurangnya pasokan listrik dari jaringan listrik utama. Tanpa ada jaringan listrik utama, listrik tidak bisa terdistribusi dengan baik. Dampaknya masyarakat tidak mampu mengakses teknologi.

Agar daerah pelosok mampu menikmati listrik dibutuhkan sistem jaringan mandiri sebagai penyuplai listrik. PLTS off-grid menjadi salah satu opsi yang dapat diambil.

Pada ulasan ini, Batari Energi akan membahas tentang PLTS off-grid dan bagaimana ia mampu menyuplai listrik di sekitarnya.

Apa itu PLTS Off-Grid?

PLTS off-grid merupakan sistem pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik diluar jangkauan jaringan utama listrik atau PLN. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan dan menyimpan suplai listrik secara mandiri.

Umumnya, sistem off-grid memiliki kapasitas daya yang besar karena harus menghitung kebutuhan pengisian daya baterai untuk beroperasi selama sehari penuh. Sistem ini akan menyimpan tenaga listrik yang dihasilkan melalui baterai yang berguna ketika jaringan listrik mati.

Cara Kerja PLTS Off-Grid

Prinsip kerja PLTS off-grid secara garis besar adalah mengumpulkan energi matahari yang kemudian mengubah menjadi energi listrik. Berikut penjelasan lengkap terkait sistem kerja PLTS off-grid.

Panel surya yang terpasang di area terbuka akan mengumpulkan sinar matahari setiap hari. Nantinya sel surya fotovoltaik akan mengubah sinar matahari menjadi energi listrik searah (DC).

Listrik DC dari panel surya akan melalui inverter off grid agar dapat berubah menjadi listrik AC. Dengan memakai listrik AC, perabotan elektronik di dalam rumah dapat beroperasi.

Energi listrik dari sistem off-grid kemudian dibagi menjadi dua, bagian digunakan dan sebagian disimpan ke dalam baterai.

Listrik dari sistem langsung dialirkan ke perangkat elektronik. Sedangkan sisanya akan menjadi cadangan listrik di dalam baterai digunakan pada malam hari.

Apabila sumber listrik dari baterai sudah berkurang atau habis, sistem akan mengumpulkan energi matahari untuk diolah kembali menjadi energi listrik.

Komponen PLTS Off-Grid

a. Panel Surya

Fungsi dari panel surya untuk mengkonversi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan memakai prinsip photovoltaik.

b. Solar Charge

Benda ini berfungsi untuk mengatur arus listrik menuju baterai agar tidak mengalami kelebihan pengisian daya.

**c. Baterai **

Fungsi dari baterai untuk menyimpan energi listrik dari proses konversi. Baterai dibutuhkan karena sistem PLTS off-grid tidak terhubung ke jaringan listrik utama seperti PLN.

**d. Inverter **

Inverter adalah komponen untuk mengubah arus listrik AC menjadi arus AC supaya bisa digunakan untuk kebutuhan listrik. Selain itu, inverter bisa melindungi baterai dari pengisian berlebih.

Perbedaan PLTS Off-Grid dengan PLTS On-Grid

Terdapat perbedaan mendasar antara PLTS off-grid dengan PLTS on-grid. Berikut adalah perbandingan yang perlu Anda ketahui.

a. Jaringan PLN

PLTS off-grid tidak harus tersambung dengan jaringan PLN. Sedangkan PLTS on-grid dapat beroperasi ketika tersambung dengan jaringan PLN.

b. Lokasi

PLTS off-grid cocok untuk di daerah yang jauh jadi aliran listrik PLN. Sedangkan sistem on-grid harus sudah terdaftar sebagai pengguna PLN.

c. Perangkat Kerja

PLTS off-grid membutuhkan baterai untuk menyimpan daya listrik dari cahaya matahari. Sedangkan sistem on-grid hanya memakai meteran exim sebagai pengukur daya dari PLN, kemudian sisa energinya dapat ditabung.

d. Biaya Instalasi

Proses instalasi dan komponen sistem off-grid menyebabkan biaya pengeluaran lebih besar daripada sistem on-grid. Secara umum, biaya instalasi PLTS off-grid empat kali lipat daripada PLTS on-grid.

Biaya Operasional

Biaya operasional dapat ditentukan melalui harga baterai terhadap jumlah penggantian baterai. Katakanlah, penggantian baterai dilakukan selama empat kali.

Maka, biaya operasional PLTS off-grid sebagai berikut

Biaya operasional

  • = Nb x biaya baterai

  • = 4 x Rp 73.600.000

  • = Rp 1.398.625

Ini barulah beberapa komponen saja, sebab masih ada perhitungan lain seperti biaya siklus hidup maupun biaya energi yang dikeluarkan. Perhitungan tersebut jauh lebih mudah apabila Anda memiliki skema rancangan sistem PLTS off-grid.

Kondisi Ideal Pemasangan PLTS Off-Grid

PLTS off grid memiliki cara kerja yang tidak terhubung ke jaringan listrik PLN. Sehingga sistem ini cocok untuk daerah terpencil, pedesaan, hingga kawasan perkebunan yang jauh dari jaringan listrik utama.

Lokasi dengan paparan sinar matahari yang cukup perlu menjadi pertimbangan sendiri. Lokasi tanah terbuka yang terkena sinar matahari langsung masuk dalam kriteria. Hindari lokasi dengan intensitas sinar matahari sedikit.

Bagikan Artikel