Kawasan pertambangan menjadi salah satu area yang konsumsi listrik dengan jumlah besar. Mesin terus beroperasi 24 jam, lampu penerangan skala besar di malam hari, sampai utilitas untuk kebutuhan karyawan lapangan.
Perusahaan tambang mendapat suplai listrik melalui gardu listrik dan generator bahan bakar diesel. Gardu listrik memakai sumber listrik dari jaringan listrik PLN untuk kebutuhan operasional di area tambang. Kemudian generator sebagai daya cadangan ketika tidak tersambung jaringan listrik.
Dua sumber listrik berbeda memberikan fleksibilitas untuk mengelola penggunaan listrik, tetapi juga memberi hambatan. Gardu listrik langsung memutus listrik ketika terjadi anomali, sementara generator diesel menambah riwayat gangguan kesehatan pekerja karena emisi gas buang bercampur dengan kandungan bahan tambang.
PLTS dapat menghapus kandungan emisi gas buang yang berbahaya dan mendukung sistem kelistrikan area tambang. Menggunakan sumber energi dari cahaya matahari, membuatnya cocok untuk memenuhi konsumsi listrik di kawasan pertambangan.
Mengapa area tambang cocok menggunakan PLTS?
PLTS dapat mengakomodir kebutuhan listrik di area pertambangan secara masif. Konsumsi listrik dalam jumlah besar sepanjang hari menjadi masalah tersendiri karena menambah pengeluaran operasional. Hal ini belum termasuk biaya transportasi dan logistik.
Sumber listrik dari cahaya matahari dapat mengurangi biaya operasional secara signifikan dan menambah keandalan pasokan energi. Kehilangan daya listrik menjadi bencana serius bagi perusahaan.
Wilayah negara bagian Australia Selatan mengalami pemadaman listrik selama 24 jam pada tahun 2016. Salah satu yang terdampak adalah OZ Minerals, perusahaan tambang bijih tembaga yang terpaksa menghentikan operasional.
Kemudian, lokasi tambang memiliki paparan sinar matahari yang cocok untuk instalasi PLTS. Area terbuka tanpa halangan beton maupun pohon membuatnya ideal untuk pemasangan PLTS Off-Grid.
Jenis PLTS untuk area pertambangan
PLTS hybrid cocok untuk area terpencil seperti area pertambangan. Jenis PLTS dapat berjalan mandiri menggunakan baterai ataupun mengandalkan jaringan pusat dari PLN. Panel Fotovoltaik memakai panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Listrik hasil konversi dapat disimpan melalui baterai atau langsung digunakan di titik-titik tertentu.
Kemudian, PLTS terkonsentrasi pun sesuai untuk area pertambangan dengan menembak sinar matahari langsung untuk menghasilkan panas menggunakan cermin.
Menggunakan fotovoltaik (PV) untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik, Central Solar Panel untuk memproses suhu tinggi. Hasil dari pemrosesan panas digunakan untuk peleburan hingga mengurangi ketergantungan gas alam.
Manfaat PLTS di area tambang
Penggunaan PLTS memberikan manfaat untuk perusahaan tambang dalam bentuk pengurangan emisi karbon sampai penghematan biaya.
1. Mengurangi emisi karbon
Jejak karbon perusahaan dapat berkurang dan memberi kontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
2. Memberikan kemandirian energi
PLTS membuat perusahaan Anda tidak bergantung penuh pada jaringan listrik utama maupun bahan bakar fosil. Sebab biaya listrik dari jaringan utama dan bahan bakar dapat berubah sewaktu-waktu.
3. Menghemat biaya operasional
Instalasi PLTS dapat menghemat biaya operasional dengan mengurangi konsumsi bahan bakar. Penelitian dari Institut Teknologi Bandung menunjukan pemasangan PLTS di area pasca pertambangan menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 715.183.020 Membangun citra positif perusahaan
Perusahaan tambang yang menggunakan PLTS sebagai sumber listrik menunjukan komitmen perusahaan dalam menghasilkan energi ramah lingkungan.
Regulasi pemasangan PLTS di area tambang
Pemasangan PLTS di area tambang merujuk pada Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2018 tentang aspek keselamatan, lingkungan, dan pengelolaan area tambang. Selain itu, perusahaan perlu mengurus izin ketenagalistrikan melalui perizinan berbasis risiko (Online Single Submission). Dan berkoordinasi dengan kementerian ESDM dan PLN.
Peraturan Menteri ESDM No 2 Tahun 2024 membahas tentang instalasi PLTS di area tambang yang meliputi penghapusan batasan kapasitas, skema ekspor-impor, biaya kapasitas, dan sertifikasi laik operasi.
Tahap pemasangan PLTS di area tambang
Pemasangan PLTS melalui berbagai tahapan untuk memastikan proses instalasi berjalan lancar di area pertambangan.
1. Perencanaan instalasi
Langkah pertama instalasi adalah perencanaan untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan energi, lokasi PLTS, dan desain yang sesuai dengan lokasi pertambangan. Perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan sistem PLTS yang efisien dan efektif dalam memenuhi kebutuhan listrik.
Proses ini akan diawali dengan survei lokasi oleh perwakilan penyedia instalasi PLTS. Durasi survei berbanding lurus dengan kompleksitas lokasi dan kebutuhan energinya.
2. Memilih komponen
Pemilihan komponen PLTS dilakukan secara cermat melalui hasil perhitungan. Tidak hanya sekedar berfungsi, namun memperhatikan usia penggunaan dan ketahanan di lingkungan ekstrim seperti pertambangan.
3. Pemasangan komponen
Setelah memilih komponen, selanjutnya adalah pemasangan di lokasi pertambangan. Tempat instalasi sudah ditentukan berdasarkan skema gambar teknik.
Disinilah komponen PLTS sudah terpasang mulai dari panel, inverter, baterai, kabel, dan komponen pendukung lainnya.
4. Pengujian
Sebelum digunakan perusahaan tambang, PLTS harus diuji untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Apabila sudah berfungsi, teknisi PLTS akan membuat pengaturan agar listrik dari PLTS terintegrasi dengan sistem kelistrikan peralatan tambang.
Hubungi Batari Energy untuk instalasi PLTS di Area Pertambangan
Batari Energy adalah tempat untuk menjawab kebutuhan konsumsi listrik perusahaan tambang dengan instalasi PLTS. Hubungi kami melalui tautan ini jika Anda tertarik untuk pemasangan PLTS di area pertambangan!


