PLTS di Bandara - Bandara juga bisa Menggunakan PLTS!

PLTS di Bandara - Bandara juga bisa Menggunakan PLTS!

Bandara adalah tempat dengan konsumsi listrik harian mencapai ratusan ribu kWh per hari. Penyebabnya Konsumsi listrik besar karena Bandara memiliki area penerangan yang luar, sistem pengkondisian udara HVAC, tenant komersil, sampai area parkir.

Sebagai perbandingan, tempat parkir di Bandara Sultan Hasanuddin mengonsumsi rata-rata 2.275 kWh per hari. Itu baru tempat parkir, belum ruang operasional sampai tempat tunggu penumpang business class.

Rata-rata pengeluaran bandara untuk utilitas berada di angka 10-15% dari biaya operasional. Secara matematika, angka ini sangat kecil tetapi dampaknya besar apabila terjadi gangguan kelistrikan.

Bandara tentunya memiliki mekanisme sistem kelistrikan untuk kondisi darurat. Namun manajemen bandara dapat melakukan efisiensi konsumsi listrik melalui instalasi panel surya.

Pada ulasan ini, akan dijelaskan tentang penerapan PLTS di bandara serta keuntungannya. Berikut penjelasannya!

Apa itu PLTS di bandara?

Pemasangan PLTS di bandara dilakukan pada atap bangunan, tempat parkir kendaraan, dan lahan khusus untuk pemasangan panel surya agar menghasilkan listrik bersih demi menunjang operasional bandara. Listrik dari PLTS digunakan untuk lampu, AC, sistem bagasi, sampai dengan pengisian daya kendaraan listrik.

Mengapa bandara cocok menggunakan PLTS?

Instalasi PLTS memberi banyak manfaat bagi keberlangsungan bandara secara ekonomi maupun non ekonomi.

1. Mengurangi biaya operasional

Hal mendasar dari pemasangan PLTS adalah biaya operasional berkurang. Konsumsi listrik bandara dapat berkurang karena memanfaatkan dua sumber listrik yaitu dari PLN dan listrik mandiri dari solar panel.

2. Rendah emisi karbon

PLTS dapat menurunkan emisi karbon dalam jumlah besar. Sebagai gambaran, Bandara Internasional Indianapolis dapat mengurangi emisi karbon sampai 39.000 metrik ton per tahun dengan instalasi panel surya.

3. Membangun citra positif di benak konsumen

Bandara yang memasang PLTS untuk kebutuhan listrik harian dapat meningkatkan kepercayaan di mata publik. Menunjukan komitmen penggunaan energi bersih, dan secara bisnis memberi keuntungan di masa mendatang.

Jenis PLTS yang ada di Bandara

Terdapat tiga jenis PLTS yang dapat Anda terapkan di bandara, yaitu:

1. On-Grid

PLTS On Grid adalah jenis pembangkit tenaga surya yang langsung terhubung ke jaringan utama. Jaringan utama di indonesia menggunakan jaringan PLN.

PLTS On Grid memakai mekanisme pemakaian listrik dari panel surya di siang hari, dan listrik dari PLN di malam hari. Cara ini cocok untuk jam sibuk dan memberi keamanan dalam urusan utilitas.

Umumnya, PLTS On Grid dipasang di atas atap untuk mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung.

2. Off Grid

PLTS Off Grid adalah jenis pembangkit tenaga surya yang beroperasi secara mandiri. Karena tidak tersambung jaringan utama, maka sinar matahari yang ditangkap panel surya akan disimpan dalam baterai. Kemudian digunakan kembali ketika dibutuhkan.

PLTS Off Grid dapat beroperasi selama 24 jam secara mandiri. Seringkali digunakan di kawasan bandara yang jauh dari perkotaan.

Secara lokasi, PLTS Off Grid berada di tempat khusus yang sudah disiapkan untuk tempat panel surya dan operasional bagi tim maintenance dan engineer.

3. PLTS Hybrid

PLTS Hybrid adalah penggabungan dari sistem On Grid dan Off Grid. Dimana sumber sinar matahari dan listrik PLN disimpan di baterai untuk memberi keandalan dan fleksibilitas penggunaan. Sistem ini memberi keleluasaan untuk mengoperasikan dengan listrik dari PLN maupun baterai.

Regulasi pemasangan PLTS di bandara

Indonesia memiliki regulasi pemasangan PLTS di bandara untuk memastikan keamanan dan kenyamanan agar tidak mengganggu kegiatan di bandara.

  • SKEP Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/124/VI/2009 : Tentang Pedoman pelaksanaan Bandar Udara Ramah Lingkungan.
  • Permen ESDM No.2 Tahun 2024 : Aturan kuota, kapasitas, dan perizinan instalasi PLTS Atap
  • PM No.2 Tahun 2021 : Standarisasi Fasilitas Bandar Udara terkait persyaratan peralatan listrik dan keselamatan di area bandara

Selain regulasi dari pemerintah, pemasangan PLTS di Bandara wajib memakai PV berlapis Anti-Reflective Coating. Hal ini untuk mencegah flash blindness ketika pilot take off atau landing, serta memudahkan petugas Air Traffic Control di tower untuk identifikasi area.

PLTS di bandara juga memenuhi aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) agar menjaga keselamatan operasional. PLTS diletakan berada di ketinggian di bawah 15-45 meter di zona dalam.

Tetapi yang tidak kalah penting adalah PLTS tidak boleh mengganggu frekuensi komunikasi pesawat dan radar navigasi bandara. Untuk hal ini, Anda dapat berkonsultasi dengan Tim Batary Energy untuk mendapatkan titik aman yang tidak mengganggu frekuensi bandara.

Tahap pemasangan PLTS di bandara

Pemasangan PLTS di bandara melalui berbagai tahapan yang terdiri dari:

  • Site Assessment and Planning
  • Permitting and Approvals
  • Procurement and Delivery
  • Mounting System Installation
  • Solar Panel Installation
  • Electrical Wiring and Inverted Setup
  • System Testing and Commissioning
  • Final Inspection and Grid Connection

Studi kasus PLTS di bandara yang dikerjakan oleh Batari Energy

Batari Energy memiliki kasus dalam pengerjaan PLTS Bandara di kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Bandara Betoambari Bau Bau berada di ketinggian 32 meter di atas permukaan laut yang sering digunakan untuk penerbangan lokal di area Sulawesi. PLTS di Bandara Betoambari Bau Bau memakai sistem hybrid dengan penempatan ground mounted. Kapasitas yang digunakan sebesar 200 kwp dengan revitalisasi sistem.

Bandara di Indonesia yang menggunakan PLTS

Bandara menjadi lokasi yang tepat untuk penerapan PLTS. Selain Bandara Betoambari yang ada di Bau Bau, ada beberapa bandara di Indonesia telah memasang PLTS untuk kebutuhan kelistrikan.

1. Bandara Internasional Soekarno Hatta

Bandara Soekarno Hatta memasang 720 panel surya dengan kapasitas 241 kWp yang berada di atap Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). Kemudian pada Terminal 2 memiliki sistem PLTS berkapasitas 1,50 mWp.

2. Bandara Kualanamu

Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara terpasang PLTS dengan kapasitas 761 kWp. Pemasangan PLTS berada di Terminal kargo dan gedung administrasi bandara.

3.Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai menggunakan PLTS untuk operasional bandara. Bandara yang beroperasi di bali memakai 288 panel surya dengan kapasitas 115 kWp.

4. Bandara Ahmad Yani

Bandara Ahmad Yang menggunakan PLTS untuk digunakan di atas kanopi Gedung Administrasi dan atap Gedung Main Power House. Bandara yang berlokasi di Semarang memakai 186 panel surya dengan kapasitas 100 kWp

###5 Bandara Banyuwangi Bandara Banyuwangi memasang PLTS atas seluas 600 meter persegi dengan kapasitas 35,1 kWp.

Konsultasi dengan Batari Energy terkait Pemasangan PLTS untuk Bandara!

Pemasangan PLTS bandara membutuhkan berbagai tahap yang kompleks agar tidak mengganggu operasional bandara. Maka dari itu, Anda dapat menghubungi Batari Energy untuk konsultasi terkait survey hingga pemasangan PLTS di bandara.

Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Bagikan Artikel