PLTS On-Grid - Kelebihan dan Cara Kerjanya

PLTS On-Grid - Kelebihan dan Cara Kerjanya

PLTS on-grid dapat beroperasi ketika terhubung jaringan listrik utama sebagai sumber energi. Berbeda dengan sistem PLTS off-grid yang tidak perlu jaringan utama.

Sistem ini beroperasi secara paralel dengan jaringan PLN untuk mengurangi konsumsi listrik dari PLN. Jika sistem ini mengalami kelebihan daya, maka surplus dapat digunakan untuk kebutuhan nanti.

Sistem PLTS on-grid cocok untuk perumahan di perkotaan dengan memanfaatkan atau rumah untuk tempat menyerap sinar matahari. Jika dipasang bersamaan dengan PLN dapat mengurangi biaya listrik bulanan.

Apa itu PLTS On-Grid?

Sistem PLTS on-grid merupakan sistem pembangkit yang menghasilkan daya listrik ketika tersambung dengan jaringan daya utilitas seperti PLN. Sistem ini harus terhubung grid agar dapat berfungsi.

On-grid memakai sistem yang sederhana namun ia tidak memiliki daya cadangan selama pemadaman jaringan. Oleh karena itu, jika listrik PLN padam maka tetap terasa dampaknya.

Kelebihan PLTS On-Grid

Sebelum memasang sistem on-grid, kenali terlebih apa kelebihan dari sistem PLTS on-grid.

a. Efisiensi energi

PLTS on-grid memberikan efisiensi energi ketika sedang memproduksi energi dengan memanfaatkan kredit listrik. Hal ini membantu mengurangi biaya pengeluaran energi bulanan.

b. Listrik stabil

PLTS on-grid yang terhubung ke grid memberikan pasokan listrik ketika produksi panel surya berkurang. Dengan hal ini ketersediaan listrik menjadi lebih stabil.

c. Cocok untuk Kawasan Perkotaan

Kawasan perkotaan kesulitan memasang PLTS karena keterbatasan lahan. Oleh karena itu, sistem on-grid dinilai sesuai karena tidak membutuhkan banyak ruang dan biaya instalasi. Anda dapat memasang walau luas halaman belakang rumah sangat terbatas.

Cara Kerja Sistem PLTS On-Grid

Sumber listrik dari sistem on-grid dapat dialirkan ke jaringan listrik yang ada karena terhubung dengan jaringan listrik umum, Nantinya grid menyediakan pasokan listrik ketika kondisi tidak ada cahaya matahari.

a. Mengonversi Energi Matahari Menjadi Energi Listrik

Mula-mula, panel surya akan menangkap cahaya matahari. Bahan semikonduktor pada panel surya akan melepaskan elektron pada foton. Ketika elektron sudah terlepas, lapisan positif dan negatif akan terbentuk. Dari sinilah akan muncul medan listrik di dalam panel surya.

Medan listrik pada panel surya mendorong elektron bebas untuk mengalir lewat bahan semikonduktor. Kontak logam pada permukaan sel fotovoltaik menangkap elektron dan mengalirkannya melalui kawat logam.

Menyimpan dan Mengirim Listrik ke Jaringan PLN

Arus listrik dari panel surya dapat digunakan langsung untuk memasok daya peralatan listrik maupun disimpan ke jaringan listrik utama. Kemudian, listrik untuk mengaktifkan peralatan rumah tangga memakai arus AD, sedangkan panel surya menghasilkan listrik arus DC.

Oleh karena itu arus listrik akan diubah dengan menggunakan inverter. Fungsi dari inverter adalah mengubah arus listrik dari AC ke DC, atau sebaliknya dari DC ke AC. Panel surya yang terhubung ke inverter terpasang di atap rumah ataupun lokasi yang terkena paparan sinar matahari.

Sistem on-grid juga btih penghubung listrik agar terhubung ke jaringan listrik utama jika ingin mengembalikan kelebihan listrik kepada PLN.

Komponen PLTS On-Grid

Terdapat berbagai komponen utama dalam pemasangan PLTS on-grid. Jenis komponen ini ada yang bersifat mutlak namun sebagian sebagai pendukung.

a. Panel Surya

Panel surya berfungsi sebagai alat penyerap sinar matahari agar dapat dikonversi menjadi energi listrik. Hasil konversi energi ini dapat dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan lsitrik pada perangkat elektronik.

b. Inverter

Inverter merupakan komponen elektronika untuk tujuan mengkonversi arus DC menjadi arus AC. Dalam konteks PLTS on-grid, inverter berguna untuk mengkonversi arus DC dari panel surya kemudian diubah menjadi arus listrik AC agar dapat mengoperasikan peralatan elektronik. Serta sebagai penghubung panel surya dengan panel AC.

c. kWh Meter Export-Import

Meteran ini fungsinya sama seperti meteran kWh pada umumnya. Bedanya adalah meteran kWh Export-Import menghitung energi yang digunakan dari PLN ke beban listrik di rumah dan dari PLTS ke jaringan PLN.

d. Energy Meter

Energy meter adalah alat untuk mengukur energi listrik dan kontrol daya dari sistem PLTS.

e. Net Meter

Net meter merupakan alat untuk menghitung listrik yang masuk dari jaringan listrik utama.

f. kWh Meter Konvensional

Meteran konvensional mengukur besar listrik yang disukai PLN saja. Tidak memasukan data produksi listrik dari PLTS on-grid yang diekspor ke jaringan PLN.

Lokasi Ideal untuk PLTS On-Grid

Pertimbangan hal ini apabila Anda ingin memasang PLTS on-grid:

  • Lokasi instalasi sistem on-grid memiliki akses listrik PLN 24 jam

  • Berada di kawasan perkotaan dan sekitarnya

  • Cocok untuk rumah, gedung perkantoran, atau pusat bisnis lainnya yang ingin melakukan efisiensi biaya listrik bulanan

  • Lokasi instalasi sudah memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk koneksi pemasangan.

  • Lokasi telah terpasang kWh meter EXIM (Export-Import) atau yang sedang mengurus pemasangan meter EXIM.

Jasa Pemasangan PLTS On-Grid Batari Energy

PLTS on-grid menjadi pilihan tepat ketika Anda tinggal di kawasan perkotaan padat yang dekat dengan jaringan listrik utama seperti PLN. Kasus ini cocok untuk menghemat biaya listrik bulanan tanpa khawatir terkena pemadaman listrik bergilir.

Bagikan Artikel