Kuis pilih sistem
Lima pertanyaan singkat tentang lokasi dan pola pemakaian listrik Anda. Rekomendasinya disertai alasan, sehingga Anda tahu apa yang perlu ditanyakan ke tim kami.
1. Untuk bangunan apa?
2. Apakah lokasi tersambung listrik PLN?
3. Seberapa sering listrik padam?
4. Kapan listrik paling banyak dipakai?
5. Saat PLN padam, perlukah listrik tetap menyala?
Rekomendasi Anda
Jawab 5 pertanyaan untuk melihat sistem PLTS yang cocok. (0/5)
| Aspek | On-Grid | Off-Grid | Hybrid |
|---|---|---|---|
| Tersambung PLN | Ya | Tidak | Ya |
| Pakai baterai | Tidak | Ya (wajib) | Ya |
| Saat PLN padam | Ikut mati (pengaman anti-islanding) | Tidak terpengaruh | Baterai mengambil alih otomatis |
| Listrik malam hari | Dari PLN | Dari baterai | Dari baterai, lalu PLN |
| Investasi awal | Paling ringan | Paling besar | Menengah sampai besar |
| Balik modal | Paling cepat | Bukan tujuan utama | Lebih lama dari on-grid |
| Paling cocok untuk | Pemakaian siang, PLN stabil | Lokasi tanpa jaringan PLN | Sering padam, pemakaian malam tinggi |
Pelajari lebih dalam: PLTS on-grid, PLTS off-grid, dan PLTS hybrid. Untuk sistem dengan baterai, hitung kapasitasnya di Kalkulator Baterai.
PLTS on-grid tersambung ke PLN tanpa baterai, off-grid berdiri sendiri dengan baterai tanpa PLN, dan hybrid memadukan panel surya, PLN, dan baterai. Perbedaan utamanya ada pada sumber listrik malam hari dan apa yang terjadi saat PLN padam.
On-grid, karena tidak memerlukan baterai. Berdasarkan perhitungan Batari, PLTS on-grid umumnya balik modal dalam 6–9 tahun untuk rumah, 4–6 tahun untuk komersial, dan 3–5 tahun untuk industri, tergantung porsi pemakaian siang dan tarif listrik.
Tidak. Inverter on-grid otomatis berhenti saat PLN padam demi keselamatan petugas jaringan. Jika listrik harus tetap menyala, pilih sistem hybrid dengan baterai.
Bisa, dengan inverter hybrid atau inverter baterai tambahan. Karena itu banyak pelanggan memulai dari on-grid lalu menambah baterai saat kebutuhan cadangan meningkat.